

Pandangan kita tentang cahaya telah berubah seiring dengan sejarah, dan dari teori yunani kuno sampai dengan teori Albert Einstein. Kita melihat benda benda setiap hari dari kita bangun dipagi hari sampai ketika tidur di malam hari dan melihat segalanya yang ada disekitar kita menggunakan cahaya. Kita mengagumi lukisan lukisan, grafis komputer yang indah, matahari terbit maupun terbenam yang menakjubkan, warna warna & langit biru, kerlap kerlip bintang yang menawan serta pelangi nan indah. Tetapi pernahkah anda berhenti berpikir bahwa ketika anda melihat semua benda benda itu, anda tidak secara langsung terhubung dengan mereka? Faktanya adalah, kita melihat cahaya…cahaya yang dengan sedemikian rupa meninggalkan sumbernya ,menerpa benda2 jauh maupun dekat lalu memantul dan menjangkau mata kita. Cahaya memang mutlak dibutuhkan agar mata bisa melihat.
Cara lain untuk mendapatkan cahaya ada pada benda yang mengeluarkan cahaya seperti :Lampu, Pijar, Neon, Laser, Kunang2 dan Matahari. Masing2 dari semua itu menggunakan teknik berbeda dalam mengeluarkan cahaya (membangkitkan foton). Pada artikel ini , kita akan melihat cahaya dari beberapa sudut pandang agar dapat menjelaskan bagaimana cara kerjanya.
Pendapat tentang Cahaya.
Ada dua cara berbeda dalam pembahasan cahaya.
Dizaman Yunani kuno, orang2 sudah menganggap cahaya sebagai partikel halus yang mengalir dan cahaya bergerak secara lurus lalu memantul pada cermin persis seperti bola yang terpantul saat membentur dinding. Sesungguhnya tiada seorangpun pernah melihat partikel cahaya, bahkan dimasa sekarangpun tidak mudah menjelaskan apakah itu sebenarnya. Partikel2 tersebut bisa jadi sangatlah kecil, atau bergerak terlalu cepat untuk dapat dilihat atau barangkali justru tembus pandang.
Gagasan gelombang cahaya datang dari seorang bernama Christian Huygens yang mengusungnya pada tahun 1600an bahwa cahaya lebih berprilaku sebagai gelombang daripada aliran partikel. Pada tahun 1807, seorang Thomas Young mendukung teori Huygen dengan mempertunjukkan bahwa ketika cahaya menembus lubang yang sangat sempit, cahaya tersebut lalu tersebar dan tercampur dengan cahaya yang menembus lubang lain. Young lalu menyinari sebuah celah yang sangat kecil dan apa yang dilihatnya adalah semacam 'batang' cahaya terang terhubung pada celah tersebut. Tetapi bukan hanya itu saja yang dilihatnya, Young juga merasakan ada cahaya sampingan (berkas cahaya) disekeling batang cahaya itu tetapi tidak begitu cerah. Kalau cahaya adalah aliran partikel, mestinya cahaya sampingan itu tidak mungkin ada… Eksperimen ini menjelaskan bahwa cahaya menyebar bagaikan gelombang dan faktanya memang pancaran cahaya selalu beradiasi kearah luar.
Albert Einstein lebih jauh kemudian menyempurnakan teori cahaya pada 1905, Einstein menganggapnya sebagai efek fotoelektris, suatu kondisi dimana sinar ultra violet yang menerpa permukaan suatu benda mengakibatkan elektron2 terlepas dari benda tersebut. Penjelasan Einstein ini menyatakan bahwa Cahaya terbuat dari suatu paket enerji yang mengalir dan disebut foton.
Para ahli fisika modern meyakini bahwa cahaya bisa berprilaku sebagai partikel maupun gelombang tetapi mereka juga mengakui bahwa pandangan yang manapun sesungguhnya hanya merupakan penjelasan sederhana untuk sesuatu yang kompleks semata. Dalam artikel ini kita akan membicarakan tentang cahaya sebagai gelombang sebab ini merupakan penjelasan yang paling baik untuk fenomena mata yang bisa melihat itu.
Enerji Cahaya
Cahaya adalah bagian spectrum elektromagnetik yang dirasakan oleh mata kita dan radiasi enerji yang mampu merangsang retina dan membuat sensasi penglihatan. Tetapi mengapa pancaran cahaya beradiasi kearah luar seperti yg telah dibuktikan oleh Young itu? Apa sesungguhnya yang terjadi? Untuk menjawab pertanyaan itu kita mesti faham dulu tentang gelombang cahaya dan akan sangat membantu bila memulainya dari pembahasan jenis2 gelombang yang sudah lebih kita kenal, yaitu gelombang yang kita lihat pada permukaan air. Satu kata kunci yang harus diingat adalah bahwa gelombang air bukan lah terbuat dari air. Gelombang terbuat dari enerji yang bergerak melalui air. Apabila gelombang bergerak menyeberangi kolam dari arah kiri kekanan bukan berarti air yang disebelah kiri kolam tersebut bergerak kearah kanan. Air itu sesungguhnya tetap pada posisinya semula. Itu adalah gelombang yang digerakkan. Saat anda memasukkan tangan kedalam bak mandi yang berisi maka anda menciptakan gelombang karena anda memberikan enerji ke dalam air itu. Enerji tersebut berjalan melalui air dalam bentuk gelombang.
Semua gelombang memuat enerji dan biasanya gelombang itu bergerak melalui suatu media seperti air. Gelombang air terdiri dari molekul air yang bergetar keatas dan kebawah pada sudut arah pergerakan gelombang. Jenis gelombang ini disebut Transverse wave atau gelombang yg saling berpotongan.
Gelombang cahaya sedikit lebih rumit dan ia tidak membutuhkan media utk bergerak. Cahaya dapat bergerak diruang hampa udara. Gelombang cahaya terdiri dari enerji dalam bentuk listrik dan medan magnetik . Medannya bergetar searah dengan sudut pergerakan gelombang dan searah dengan yang lainnya. Karena cahaya memiliki medan magnetik dan listrik, ia juga dirujuk sebagai radiasi elektromagnetik.
Gelombang gelombang cahaya datang dengan banyak ukuran. Ukuran gelombang diukur dengan panjangnya. Ukuran panjang gelombang dihitung dari jarak 2 titik puncak gelombangnya. Panjang gelombang cahaya yang dapat kita lihat berkisar pada 400 sampai 700/1 milyar meter. Tetapi ukuran penuh panjang gelombang yg termasuk dalam definisi radiasi elektromagnetik memperpanjangnya dari 1/1milyar meter sebagai sinar gamma sampai centimeter dan meter sebagai gelombang radio. Cahaya adalah satu bagian kecil dari spektrum.
Frekwensi
Gelombang cahaya juga datang dengan frekwensi yang banyak, frekwensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik sepanjang interval waktu yang biasanya per satu detik. Ukuran ini dihitung sebagai unit siklus gelombang per detik atau Hertz. Frekwensi dari cahaya yg tampak adalah yang berkenaan dengan warna, dan jaraknya berkisar dari 430ribu milyar Hz yang tampak berwarna merah , 750ribu milyar Hz tampak berwarna ungu. Diingatkan kembali bahwa batas jarak penuh frekwensi diperluas hingga melewati spectrum yang bisa dilihat, dari jarak yang kurang dari 1milyar Hz sebagai gelombang radio sampai lebih dari 3milyarmilyar Hz sebagai sinar gamma. Seperti yg disebutkan diatas, gelombang cahaya adalah enerji gelombang.
Enerji yg terkandung dalam gelombang cahaya berbanding proporsional dengan frekwensinya. Cahaya berfrekwensi tinggi memiliki enerji yang besar, cahaya dengan frekwensi rendah memiliki enerji yang kecil. Oleh karena itu sinar gamma memiliki enerji yang paling hebat, dan gelombang radio memiliki enerji paling sedikit. Diantara cahaya yang dapat dilihat, ungu yang memiliki enerji terkuat dan merah yang terlemah.
Cahaya tidak saja bergetar pada frekwensi yang berbeda, tetapi ia juga bergerak dengan kecepatan yang berbeda pula. Gelombang cahaya bergerak melalui ruang hampa dengan kecepatan maksimumnya yaitu 300ribu km/detik yang menjadikannya sesuatu fenomenal yang bergerak paling cepat didunia. Gelombang cahaya memperlambat pergerakannya manakala ia bergerak didalam unsur suatu benda seperti udara, air, kaca dan berlian. Perbedaan cara unsur benda mempengaruhi kecepatan cahaya yang melewatinya adalah kunci untuk memahami pembengkokan atau pembiasan cahaya yang akan kita diskusikan nanti.
Jadi gelombang gelombang cahaya hadir dalam suatu kontinuitas variasi ukuran frekwensi dan enerji. Kita merujuk rangakaian kesatuan itu sebagai spektrum elektromagnetik, pada cahaya yang bisa divisualisasi itu hanya menggunakan 1/1000 % dari spektrum.
Memproduksi photon
Semua cahaya yang kamu lihat terbuat dari sekumpulan atau lebih foton yang menyebar diruangan sebagai gelombang elektromagnetik. Pada kegelapan total sebenarnya mata kita dapat merasakan foton-foton tunggal, tetapi umumnya yang kita lihat dalam keseharian adalah bentuk ribuan trilliun foton foton yang hadir karena diproduksi oleh sumber sumber cahaya dan dari pantulan benda benda. Apabila anda melihat sekelilingmu, barangkali disitu terdapat sumber cahaya yang sedang memproduksi foton dan benda benda disekitarnya memantulkan foton tersebut. Mata anda menyerap sebagian foton yang bergerak mengalir didalam ruangan itulah yang menyebabkan mengapa anda bisa melihat.
Ada begitu banyak cara memproduksi foton tetapi semuanya menggunakan mekanisme yang sama didalam atom. Mekanisme ini termasuk mengenerjais atau mengeluarkan elektron dari orbit inti atomnya. Semua atom memiliki nomor & sejumlah elektron yang mengorbit pada nucleus. Sebagai contoh, atom hydrogen memiliki 1 elektron, Atom Helium memiliki 2 elektron, aluminium 13 elektron yang mengorbit pada inti atom (neucleus) masing-masing.
Elektron mengitari inti atom pada orbit yang tetap, cara sederhana untuk memahami hal itu adalah dengan membayangkan bagaimana satelit satelit mengorbit (mengitari) Bumi. Banyak sekali teori yang berkenaan dengan kitaran electron, tetapi agar dapat memahami cahaya hanya ada satu fakta kunci untuk mengerti. Electron memiliki satu orbit alami yang dikuasainya tetapi bila anda mengenerjais sebuah atom maka anda dapat memindahkan electron elektonnya keorbit yang lebih tinggi. Foton cahaya dihasilkan ketika sebuah electron pada posisi orbit yang lebih tinggi melompat kembali keposisi normalnya. Selama loncatan dari posisi berenerji tinggi keposisi berenerji normal ,electron electron itu mengeluarkan foton atau semacam paket enerji dengan karakteristik yang sangat spesifik. Foton memiliki frekwensi atau warna yang tepat dan sesuai dengan jarak dimana electron itu berpindah.
Ada beberapa kasus yang bisa anda lihat atas fenomena ini dengan lebih jelas. Sebagai contoh, di banyak pabrik pabrik maupun di area perparkiran anda akan melihat lampu sodium dan bisa disebut lampu uap sodium karena warnanya terlihat sangat kuning. Lampu sodium mengenerjais atom sodium untuk membangkitkan foton foton. Atom sodium memiliki sebelas elektron dan oleh karena tata susunan elektron didalam orbit sedemikian rupa maka salah satunya menjadi sangat mudah menerima dan melepas enerji (yang disebut electron 3) . paket enerji yang mungkin sekali dilepas oleh elektron ini ada disekitaran panjang gelombang 590 nanometer. Panjang gelombang ini sesuai dengan cahaya kuning jadi kalau anda memakai lampu sodium yang disorotkan ke prisma ,anda tidak akan melihat warna pelangi tetapi hanya sepasang berkas garis kuning.Panas
Barangkali cara yang paling umum untuk mengenerjais atom adalah dengan menggunakan panas, dan inilah dasar dari lampu pijar. Kalau anda membakar sebuah sepatu kuda dengan kompor gas, maka ia akan menjadi panas memerah dan kalau anda membakarnya lebih lama lagi maka ia akan semakin panas dan memutih. Merah adalah cahaya tampak yang paling lemah, oleh karena itu pada objek yang panas memerah berarti atom atom baru saja mendapatkan enerji yang cukup untuk melepas cahaya yang dapat kita lihat. Apabila anda memberikan panas yang cukup untuk membuatnya bercahaya putih itu berarti anda sedang mengenerjais sebegitu banyaknya elektron yang berbeda satu sama lainnya sehingga semua warna terbangkitkan dan tercampur menjadi satu sehingga semua kelihatan berwarna putih.
Panas adalah cara yang paling umum digunakan untuk membangkitkan cahaya, sebuah lampu pijar biasa 75 watt membangkitkan cahaya dengan memanfaatkan listrik untuk membuat panas. Akan tetapi masih banyak lagi cara cara membangkitkan cahaya , beberapa diantaranya seperti dibawah ini :
Hal yang penting anda catat dari daftar diatas adalah bahwa apapun yang memproduksi cahaya, itu adalah atom yang dienerjais dalam berbagai cara. artikel selanjutnya mengenai bagaimana cahaya merambat ,terima kasih.
Lighting should be planned to complement your lifestyle. So, first you need to develop a home lighting plan that suits your individual needs and those of your family. When planning your lighting, look at the activities that occur in each room, the atmosphere you want to create and the decorative elements you wish to emphasize. Keep in mind that light can be absorbed and even wasted in dark-colored rooms, or reflected and used as additional illumination in light-colored rooms. Also, take note of those areas serving more than a single purpose and those that will require more than one type of lighting. If you need assistance with your plan, JP Lighting Designer will be happy to help.
The fundamentals.
As you can read in my former postings, there are five basic types of lighting categories that work together to light your home: General, Task ,Decorative or Accent, Color & Control System. A best lighting plan combines all those five categories to light an area, according to function and style.
BASIC TYPE OF LIGHTS
General Lighting provides an area with overall illumination. Also known as ambient lighting, general lighting radiates a comfortable level of brightness, enabling one to see and walk about safely. It can be accomplished with chandeliers, ceiling or wall-mounted fixtures, recessed or track lights, and with lanterns outside your home. A basic form of lighting that replaces sunlight, general lighting is fundamental to a lighting plan. Ambient lighting provides general illuminance and surface brightness for wayfinding and transitional tasks. Lighting high reflectance surfaces will create the perception of brightness and provide enough ambient light for a space.
Task lighting helps you perform specific tasks such as reading, sewing, cooking, homework, hobbies, games, or balancing your checkbook. It can be provided by recessed and track lighting, pendant lighting, and portable lamps. Task lighting should be free of distracting glare and shadows and should be bright enough to prevent eyestrain. Task lighting increases the illuminance of a particular task at close range. The type of lighting and the light level vary with the task. General reading will require a lower light level than detailed accounting tasks. Computer use may require light on an adjacent written task, but not on the computer screen itself.
Accent Lighting adds drama to a room by creating visual interest. As part of a decorating scheme, it is used to spotlight paintings, houseplants, sculpture, and other prized possessions, or to highlight the texture of a wall, drapery or outdoor landscaping. Accent lighting requires at least three times as much light on the focal point as the general lighting around it. This usually is provided by track, recessed, or wall-mounted fixtures. Accent lighting highlights particular architectural features or artwork. If the ambient light level is too high, no amount of accent lighting will increase the brightness of a feature enough to make the contrast apparent. Selective use of accent lighting also increases its effect. Too much accent lighting will wash out the impact of any single feature.
Color
The effect of colours is explained from the physiological point-of view of actually seeing colour and the psychological aspects of sensory perception. The lure of colours triggers associations and is interpreted in the context of the social and cultural environment. The different hues belonging to a colour can, in turn, also have other effects. The effect of individual colours can be increased by way of a colour contrast.
Control & the system
Lighting controls give you the flexibility to design a lighting plan with multiple uses and decorative effects. With the touch of a button, today's sophisticated dimming systems enable you to:
Lighting controls should be an integral part of the lighting design of each room. Next time I will try to start talking about the more interesting part of the Lighting Design and thank you for your time.SINARILAH HIDUP ANDA
Tingkatkan keindahan rumah anda dan ciptakan suasana hati pilihan anda dengan tips yang saya persembahkan diblog yang penuh dengan petunjuk dan pambahasan yang secara gamblang dan singkat tepat dan cerdas menggambarkan tentang bagaimana pencahayaan dapat membuat perbedaan yang sangat tegas disetiap ruangan yang ditata.
Penerangan dapat membuat perbedaan yang sangat besar dengan merasakan suasananya dirumah anda. Ia membantu anda melaksanakan tugas-tugas dengan mudah, membuat anda merasa lebih aman dan nyaman, serta memberikan seluruh potensi rasa senang ketika berada dirumah. Penerangan juga menambahkan keindahan dan menggugah perasaan anda pada ruangan itu. Ia dapat membuat ruangan kecil serasa lega & sejuk lalu menampilkan ruangan yang besar menjadi menyenangkan dan menarik. Ia juga menciptakan stimulasi atmosfir untuk suasana hiburan dimalam hari, atau suasana perasaan teduh dan rileks selepas melewati hari yang melelahkan. Dengan begitu banyaknya cara, penerangan yang dapat membuat perbedaan itu, sesungguhnya sangatlah tidak mahal bila dibandingkan dengan peralatan dekorasi rumah lainnya maupun pilihan-pilihan untuk mengubah bentuk rumah anda.
Menentukan kebutuhan anda.
Penerangan seharusnya direncanakan untuk melengkapi gaya hidup anda. Oleh karena itu, pertama anda perlu mengembangkan sebuah rencana penerangan rumah yang cocok untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi anda berserta seluruh anggota keluarga. Saat anda merencanakan penerangan itu, perhatikanlah aktifitas-aktifitas yang terjadi disetiap ruangan, suasana & atmosfir yang anda ingin ciptakan maupun elemen dekoratif yang perlu ditonjolkan. Perlu anda ingat bahwa cahaya dapat terserap dan bahkan terbuang percuma didalam ruangan yang berwarna hitam, atau memantul dan yang bisa digunakan sebagai tambahan iluminansi pada ruangan yang berwarna cerah. Hal lain yang perlu anda catat bahwa bila jenis kegiatan-kegiatan disuatu ruangan lebih dari satu maka diruangan tersebut akan memerlukan lebih dari satu jenis penerangan pula. Apabila anda membutuhkan asistensi untuk rencana tersebut JP Lighting Designer akan dengan senang hati membantu anda.
Fundamental penerangan.
Seperti yang dapat anda baca pada postingan saya sebelumnya, terdapat 5 jenis dasar kategori penerangan yang dibuat untuk menerangi rumah anda yaitu : Lampu umum, Lampu Kerja, Lampu Aksen atau Dekoratif, Warna dan Sitem Kontrolnya. Rencana penerangan yang terbaik adalah mengkombinasikan semua 5 kategori tersebut dengan memberikan pencahayaan yang pas pada suatu area dengan menyesuaikan fungsi dan stylenya.
Using both direct and indirect lighting of room surfaces, the chosen colour is washed diffusely onto the ceiling whilst a warm white down light illuminates the space. Fully customisable colours and intensities are an option due to the RGB LED spectrum, allowing the user to configure the luminaires depending on their mood or therapeutic requirements. The third user adjustable variable is time, this gives the user the facility to influence their natural body clock, by selecting a time they want to wake up and the colour they want to wake up to, the light will then gradually bring them out of their sleep.
As further research into the effects of colour and light on the human body are reported, such as the impact blue light has on the circadian rhythm, the product allows the user to customise the three variables available, intensity, colour and time.The technical design is based around a symmetrical aluminium chassis that houses the uplight RGB LED\'s in one part and the warm white LED\'s in the underside with the drivers housed in a compartment in the centre. Light is pushed through an acrylic diffuser, giving a modern look whilst creating a soft uniform lighting effect.
Control of the luminaries is via a simple user friendly hand held infra-red remote.ReferencesLacy, M.L., 1996, The power of Colour to Heal the Environment, London: Rainbow Bridge
Fundamental Pencahayaan Arsitektural
Merancang dan menata cahaya sebagai profesi yang mengkombinasikan seni dan sains serta pengetahuan tentang penerangan alami dan cahaya lampu untuk mendukung terciptanya kwalitas hidup dan tempat kerja yang baik, nyaman dan indah bagi setiap orang. Manusia, apapun usianya, latar belakang budayanya, pekerjaan maupun kondisi kesehatannya menjadi tumpuan perhatian bagi semua perancangan cahaya arsitektural. Untuk dapat menciptakan atmosfir yang diinginkan dan mendapatkan keseimbangan antara cahaya dan bayangan sangat dibutuhkan pengalaman ,sensitifitas ,wawasan, pemahaman atas keinginan-keinginan klien, kebutuhan-kebutuhan sang pengguna atau pemilik bangunan serta pengetahuan ruang tiga dimensional. Suatu keahlian yang mungkin memang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menguasainya.
Selama proses pengembangan profesi Penataan cahaya (Lighting Design), sejumlah program dan prakarsa edukasi sudah dibentuk diseluruh dunia. Program-program dibeberapa sekolah dan universitas sudah melibatkan praktisi perancang cahaya dengan keahlian-keahlian seperti yang disebutkan diatas itu.
Hasil daripada upaya yang khusus dibentuk oleh jaringan pengajar dari PLDA (Professional Lighting Designer Association) dan pengajar2 dari manca negara di seluruh dunia adalah disahkannya sebuah pedoman yang diakui secara Internasional yang disebut Architectural Lighting Fundamental (ALF). Tujuan dari ALF adalah untuk mengesahkan platform dasar-dasar pengetahuan dan konten yang dibutuhkan oleh professional2 muda diseluruh dunia yang ingin berpraktek sebagai Penata Cahaya Arsitektural.
Fundamental pencahayaan arsitektural adalah garis pedoman yang dianjurkan itu bukan merupakan suatu keharusan dalam bentuk kurikulum dan 6 (enam) topik berikut ini adalah Fundametal yang harus dipelajari dan diajarkan sebagai modul individual dan atau digodok kedalam suatu methode pengajaran serta pelatihan Penataan Cahaya atau Lighting Design. ALF dapat juga digunakan sebagai bahan check list bagi pengajar dan muridnya maupun bagi para praktisi lighting designer yang senantiasa berkeinginan untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalitasnya.
Architectural Lighting Fundamental (ALF)
1. HISTORY AND THEORY
2. PERCEPTION
3. LIGHTING PHYSICS
4. LIGHT SOURCES
5. LIGHTING EQUIPMENT
6. PRACTICE
Topik diatas hanya merupakan dasar & pedoman atas pengetahuan yang perlu dipelajari oleh seorang calon Lighting Designer Professional…..Untuk menghindari kebosanan dan rasa stress karena terlalu teknis dan njelimet maka masing-masing topik boleh dipelajari tanpa mengikuti urutan-urutannya.
PS,
Pada posting berikutnya saya akan menjabarkan secara gamblang Fundamental ini...thanks